Dr. Zainuddin, SE, M.Si, Pakar Ekonomi dan juga Dekan Fakultas Ekonomi USM, narasumber peHTem edisi Kamis 17 Juni 2021 episode 48 dengan tema: Setelah Pedagang Dipaksa Hengkang, Tepatkah Pasar Penayong Jadi Wisata Kuliner? dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Breaking News

Camat Tenggarong Kaltim Babak Belur Dianiaya Penambang Ilegal

Camat Tenggarong Kaltim Babak Belur Dianiaya Penambang Ilegaldetik.com
Tangkapan layar video saat Camat Tenggarong dianiaya penambang ilegal

KUKAR - Camat Kecamatan Tenggarong, di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, Arpan Boma babak belur dianiaya penambang ilegal. Arpan dianiaya saat mengusir aktivitas tambang ilegal di wilayahnya.

Peristiwa penganiayaan itu terjadi di area tambang ilegal di Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong, Kukar, Kaltim pada pada Minggu (9/5) siang lalu. Saat itu Arpan datang ke lokasi tambang ilegal dan mengusir aktivitas tambang ilegal.

"Benar saya mendapat pemukulan dari salah seorang yang diduga pemilik tambang ilegal, saat saya mengusir pekerja tambang ilegal yang ada di kebun saya," ucap Arpan Boma saat saat dimintai konfirmasi detikcom.

Arpan mengungkapkan, saat dirinya mengusir para pekerjaan tambang ilegal yang saat itu tengah beraktivitas menggunakan alat berat. Ternyata para pekerja menghubungi pria berinisial TF yang diduga merupakan pemilik tambang ilegal. TF kemudian datang dan langsung menyerang Arpan.

"Saya usir mereka, ternyata gak lama bos nya datang, dan sempat terjadi adu mulut hingga pemukulan," terangnya.

Menurut Arpan, dia mengusir para penambang ilegal karena titik keruk yang di lakukan penambang ilegal adalah sumber air yang biasa dikonsumsi para petani dan digunakan untuk menyiram tanaman.

"Malam ini saya sudah melapor ke kepolisian, dan kasus ini masih dalam pemeriksaan Polres Kukar," jelasnya.

Polisi sudah turun tangan menyelidiki kasus ini. Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Dikonfirmasi terkait penganiayaan yang dialami Arpan, Kasat Reskrim polres Kukar, AKP Herman Sopian mengatakan, saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Polsek Tenggarong untuk menangani kasus pemukulan yang dialami Arfan Boma.
"Saat ini diduga pelaku sudah berada di Polres Kukar, sedang kita periksa juga," ucap AKP Herman saat dihubungi, Minggu (9/5).

Namun AKP Herman enggan berkomentar lebih jauh terkait penyebab pria inisial TF menganiaya Arpan.

"Kita masih tunggu hasil BAP-nya seperti apa, kita lihat dulu, lantaran masih ada saksi-saksi lain yang kita periska," imbuhnya.