Koordinator Masyarakat Pengawal Otsus (MPO) Aceh, Syakya Meirizal, menjadi narasumber peHTem edisi Senin 1 November 2021 episode 21 Tahun ke II dengan tema: KPK Kembali ke Aceh, Siapa Terjerat Korupsi? yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Breaking News

Dailami Tersulut Emosi Nyaris “Ngamuk” Kepada Ketua LSM Garis Merah

Dailami Tersulut Emosi Nyaris “Ngamuk” Kepada Ketua LSM Garis MerahSamsuddin
Plt Bupati terlibat perdebatan dengan ketua LSM Garis Merah

MEDIAACEH.COM – Aksi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garis Merah memasang Poster bertuliskan copot Sekda, Kadisdik, dan Kadis Kesehatan Bener Meriah saat sidang paripurna Perubahan Anggran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK-P) tahun 2021 Kabupaten Bener Meriah  mendapat reaksi keras dari Pelaksana tugas Bupati Bener Meriah, Dailami.

Usai mengikuti pembukaan sidang APBK-P yang di pimpin Ketua DPRK Bener Meriah, Plt Bupati Bener Meriah langsung kelaur dari ruang sidang, diikuti para Asisten, Kepala Dinas serta beberapa anggota DPRK Bener Meriah.

Dihalaman gedung DPRK Bener Meriah, Plt Bener Meriah dan Ketua LSM Garis Merah, Nasri Gayo terlibat bersitegang. Bahkan, Dailami sempat tersulut emosi.

“Apa alasan saudara untuk mengkritik menurunkan Sekda Kadisdik, dan Kadiskes Bener Meriah,” tanya Dailami kepada Ketua LSM Garis Merah, Senin, 20 September 2021.

Ketua LSM Garsi Merah menyebutkan Sekda Bener Meriah lebih mementingkan proposal ketimbang profesional sehingga ribuan tenaga honorer belum menerima gaji sampai enam bulan.

Bahkan, Nasri menduga Pemkab Bener Meriah mengutamakan proyek yang feenya cepat.

“Dinas yang memegang anggran terbesar adalah Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan. Ketika dalam Banggar mencuat bahwasanya, Sekda, Kepala Dinas dan PPTK tanpa melakukan koordinasi dengan DPRK memanfaatkan dana DID untuk pematangan lahan Puskesmas Ramung,” papar Nasri kepada Plt Bupati Bener Meriah

Hal lainya, honor sudah enam bulan belum digaji, begitu juga dengan TC PNS belum dibayar hingga 9 bulan. Nah apa saja kerja Sekda, kita mengangap profesionalnya hilang yang ada proposal untuk proyek-proyek feenya cepat. Tandas  Nasri.

Dailami menegaskan, tidak ada masalah dengan dua ribu tenaga honorer, mereka tidak ada komplin, yang bermasalah itu kamu. “Mana buktinya kalau proyek feenya cepat, ayo tunjukan buktinya,”tantang Dailam

Dijelaskan Dailami, semua ada aturanya, jadi untuk kegiatan urgensi bisa dilakukan tanpa koordinasi dan itu perintah dari Mendagri. Tegas Dailami

Perdebatan semakin memanas, ketika Nasri menyebutkan kalau tidak ada komplin tidak mungkin mencuat di media sembari berpaling meninggalkan Dailami. Namun, Dailami kembali memangil sambil mengatakan, “Saya mendegar apirasi anda, anda jangan emosi,” ucap Dailami

Dailami semakin emosi dan nyaris mengamuk sambil mengatakan “ bupati Dailami ini tidak takut,” teriaknya. Terlihat Kabag Protokol dan komunikasi pimpinan bersama  Ajudan mencoba menenangkan Plt Bupati Bener Meriah.

Sebelumnya, saat Plt Bupati Bener Meriah menyampaikan pidatonya dalam sidang Paripurna APBK-P dirunag sidang DPRK Bener Meriah, LSM Garis Merah menempelkan tiga poster yang bertuliskan copot Sekda, Kadisdik, dan Kadis Kes Bener Meriah.

Tidak berselang lama, seorang personel Satpol PP mecabut poster yang ditempel pada pagar lantai dua ruang sidang DPRK Bener Meriah itu. []