Pimpinan Dayah Khamsatu Anwar Aceh Besar, Dr. Tgk Sirajuddin Saman, S.Pd.I, MA (Abi Doktor) menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 26 Mei 2022 episode ke 80 Tahun ke II dengan tema: Kadis Pariwisata Aceh Undang Wulan Guritno Pamer Aurat di Nanggroe Syariah?, yang dipandu oleh host Siti Aminah, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Dinas Pendidikan Aceh, Berlakukan Pendidikan Islam Khusus Ramadan di Sekolah

Dinas Pendidikan Aceh, Berlakukan Pendidikan Islam Khusus Ramadan di SekolahFor mediaaceh.com
Kepala Dinas Pendidikan Drs. Alhudri, MM

BANDA ACEH - Terhitung mulai tanggal 19 April hingga 6 Mei 2021, Dinas Pendidikan Aceh bakal menerapkan kegiatan kurikuler Pendidikan Agama Islam di sekolah khusus bulan Ramadhan.

“Kegiatan ‘Dinul Islam Ramadhan’ ini sangat strategis agar peserta didik dapat lebih memahami dan mengamalkan ajaran Islam di sekolah, sekaligus membentengi mereka dari segala tindakan yang bertentangan dengan norma agama,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Alhudri dalam Surat Edaran yang terbit pada 7 April 2021 lalu.

Ia menetapkan, secara khusus masing-masing satuan pendidikan diminta menentukan jadwal pelaksanaan kegiatan tersebut, sekurang-kurangnya satu minggu efektif. Untuk mekanismenya akan diserahkan ke masing-masing lembaga.

“Tentunya setelah ada musyawarah bersama pihak sekolah dan kepala cabang Disdik di masing-masing wilayah,” ujarnya lagi.

Alhudri menekankan, kegiatan Dinul Islam Ramadhan ini digelar tatap muka, dengan tetap menaati protokol kesehatan. Nantinya, pembiayaan untuk kegiatan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab sekolah.

“Biayanya melalui sumber anggaran yang sesuai dan tidak dibebankan kepada peserta didik,” imbuh Alhudri.

Ia juga memastikan, pendidikan Dinul Islam Ramadhan ini mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2017 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan; Permendikbud Nomor 62 Tahun 2014 soal ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Menengah; termasuk Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 tentang pendidikan untuk penguatan keagamaan di sekolah.

“Kegiatan kokurikuler ini penting, lantaran selama ini alokasi waktu yang tersedia untuk pembelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti cukup terbatas,” tandasnya.