Sekretaris Pusham Unsyiah, Suraiya Kamaruzzaman, menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 20 Januari 2022 episode ke 44 Tahun ke II dengan tema: Apakah Cambuk Solusi Terakhir Bagi Predator Seksual?, yang dipandu oleh host Siti Aminah Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Breaking News

BKSDA:

Gajah Mati di Aceh Timur Mencapai 25 Ekor

Gajah Mati di Aceh Timur Mencapai 25 EkorANTARA
Tim BKSDA bersama mitra menekropsi (bedah bangkai hewan) gajah sumatera yang ditemukan mati tanpa kepala, di Desa Jambo Reuhat, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, Senin (12/7/2021). Gajah jantan itu diduga dibunuh dan kepalanya dipotong untuk mengambil gadingnya.

MEDIAACEH.COM - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menyebutkan sebanyak 25 gajah sumatra (elephas maximus sumatramus) ditemukan mati di Kabupaten Aceh Timur dalam rentang waktu 2012 hingga 2021

"Berdasarkan catatan kami jumlah gajah sumatra yang mati di Aceh Timur mencapai 25 ekor dalam kurun waktu sembilan tahun terakhir," kata Pengendali Ekosistem Hutan dan Ahli Madya BKSDA Aceh Taing Lubis di Aceh Timur, Kamis.

Taing Lubis mengatakan 25 ekor atau individu gajah sumtra tersebut ditemukan mati berada dalam kawasan hak guna usaha (HGU) di antaranya perkebunan sawit di wilayah Kabupaten Aceh Timur.

Taing Lubis mengatakan rata-rata gajah tersebut mati akibat dijerat dan dibunuh dengan cara awalnya diracuni. Dan yang terakhir, seekor gajah jantan ditemukan mati tanpa kepala.

"Gajah sumatra tersebut dibunuh dengan cara yang sangat sadis, di mana pelaku memenggal kepalanya dengan rapi dengan tujuan mengambil gading," kata Taing Lubis.

Taing Lubis mengatakan pembunuhan gajah dilakukan dengan perencanaan yang matang. Bahkan ada pelaku berulang melakukannya serta melibatkan masyarakat dengan iming-iming uang yang banyak.

Oleh karenanya, Taing Lubi meminta ada hukuman berat bagi pelaku pembunuhan gajah guna memberikan efek jera bagi pelaku yang telah membunuh satwa dilindungi.

"Kami berharap hukuman bagi pelaku pembunuhan benar-benar memberikan efek jera, sehingga kejahatan serupa tidak terulang. Dan ini juga sebagai upaya perlindungan satwa dilindungi," kata Taing Lubis.[]