Personel Polda Aceh akhirnya memberikan police line pada ratusan karung berisi limbah hasil tambang yang diduga illegal di pelabuhan Tapaktuan, Kamis (25/2/2021). Personel kepolisian daerah Aceh tersebut tiba di lokasi pengemasan limbah hasil tambang sekitar pukul 17:00 WIB dan langsung memasang police line (garis polisi). “Maaf, saya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut, kami juga sedang proses pemeriksaan dan untuk informasi akan di informasikan oleh bagian humas kami,”katanya.

Breaking News

Kasus Dugaan Ijazah Palsu Diharapkan Segera Tuntas

Kasus Dugaan Ijazah Palsu Diharapkan Segera TuntasSamsuddin
Sekda Bener Meriah Drs Haili Yoga MSi

BENER MERIAH – Kasus peredaran ijazah palsu yang diduga berasal dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah adalah merupakan bom waktu bagi oknum pelaku.

“Bagi oknum pelaku kesalahan ini adalah bom waktu, karena kasus yang terbongkar hari ini adalah merupakan ijazah beberapa tahun lalu, dan saat ini sudah ditangani penegak hukum," kata Sekda Bener Meriah, Drs Haili Yoga pada saat dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya, Kamis (21/1/2021)

“Hari ini kebetulan ditangani oleh pihak berwajib kita berikan ruang kepada mereka agar persoalan ini jangan timbul multi tafsir," ujarnya.

Dengan terbongkarnya dugaan ijazah palsu itu, Sekda berharap yang bukan korban jangan sampai menjadi korban akibat ulah oknum, dan semoga terungkap siapa oknum pelakunya.

Atas kasus tersebut, dirinya berpikir kepala Dinas sudah bekerja, sebab semenjak awal diketahuinya adanya dugaan peredaran ijazah palsu itu dengan ditahanya beberapa ijazah Paket A,B, dan C saat akan dilegalisir.

“Kita juga telah melakukan rapat di dinas Pendidikan, terkait peredaran ijazah paket yang diduga palsu itu tentu harus ada pemetaan sehingga ini tidak berkembang menjadi sebuah informasi seakan-akan ini ada beberapa akan tetapi ini dilakukan adalah oknum," tutur Sekda.

Katanya lagi, tentu ini harus dituntaskan, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah terakomudir. Dan menindaklanjuti persoalan itu kita juga sudah mengadakan semacam interview.

Dikatakan Haili Yoga, pihaknya sudah menyarankan jajaranya untuk melakukan evaluasi terhadap aparatur kampung yang mengunakan ijazah paket sebagai syarat administrasi menjadi aparatur kampung.

"Kita juga melihat Pemerintah Aceh tengah telah mengeluarkan himbauan, dan dalam waktu dekat setelah Bupati pulang dari dinas luar Pemkab Bener Meriah juga akan mengeluarkan informasi bukan saja kepada aparatur kampung namun kepada seluruh masayarakat Bener Meriah,"papar Haili Yoga.

Kata Haili Yoga, pengunaan ijazah palsu itu adalah barang haram tidak baik, sehingga menjadi isu yang kurang baik yang menimpa Bener Meriah akibat peredaran ijazah palsu itu.

"Tetapi dengan terungkapnya pelakunya nanti akan mengerucut bahwa jangan karena sebuah individu cacat Kabupaten Bener Meriah,"tegasnya.