Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPR Aceh) Fraksi PKS, Tgk. H. Irawan Abdullah, S.Ag kembali menjadi narasumber peHTem edisi Senin, 30 Januari 2023 episode ke 47 Tahun ke 3 dengan tema: Dukung Usulan Kenaikan Biaya Haji Rp69 Juta. Benarkah Kakanwil Kemenag Aceh Korbankan Masyarakat Miskin Demi Jabatan? yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Total yang Meninggal 133 Orang

Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan Bertambah Satu

Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan Bertambah SatuCNN Indonesia
Suasana mencekam di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10) malam yang menewaskan ratusan orang.

MEDIAACEH.COM - Satu lagi korban Tragedi Kanjuruhan, Malang, dinyatakan meninggal dunia. Korban meninggal terbaru yang tercatat adalah Andi Setiawan.

Direktur RSUD Saiful Anwar, Malang, dr Kohar Hari Santoso mengatakan Andi wafat setelah 17 hari dirawat di rumah sakitnya.

"Pasien Kanjuruhan atas nama tuan A, usia 33 tahun telah kami nyatakan wafat pada pukul 13.20 WIB," kata Kohar saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Selasa (18/10).

Sejak pecah Tragedi Kanjuruhan, Andi dirawat di unit perawatan intensif atau intensive care unit (ICU) RSSA. "Dirawat di ICU, dari awal tanggal kejadian," ucapnya.

Namun Kohar belum merinci apa penyebab kematian Andi.

Dari keterangan yang diterima, Andi Setiawan merupakan Aremania asal Jalan Mergosono Gang 5 Kota Malang. Dia menjadi korban ke-133 yang meninggal dunia atas Tragedi Kanjuruhan.

Saat ini, total korban berjujmlah 708 orang, dengan korban meninggal dunia 133 orang, korban luka-luka 575 orang. Rinciannya, luka ringan 507 orang, luka sedang 45 orang, dan luka berat 23 orang.

Sebelumnya, Kepala Posko Crisis Center sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Wijanto Wijoyo menyampaikan korban luka dan tewas Tragedi Kanjuruhan seluruhnya berjumlah 754 orang, 132 di antaranya meninggal dunia.

Data itu tercatat pada Kami (13/10). Dari jumlah tersebut, sebanyak 44 anak meninggal dunia.

Tragedi Kanjuruhan terjadi pada Sabtu (1/10) malam usai laga Arema FC dengan Persebaya. Mulanya, sejumlah suporter Arema turun ke area lapangan untuk mencari pemain dan ofisial.

Namun hal itu justru direspons polisi dengan menembakkan gas air mata ke lapangan dan tribun stadion. Akibatnya, penonton berlarian karena panik menghindari gas air mata.

Mereka berlarian ke pintu keluar dalam kondisi sesak napas, bahkan banyak pula yang terinjak-injak hingga meninggal dunia.[]

Rubrik:Headline, BOLA