Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata, ada lebih dari 300 rumah yang mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan, akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Malang dan sekitar Jawa Timur pada siang tadi. Data itu terakhir diterima BNPB pada pukul 20.00 WIB. "Data BNPB hari ini, pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021). "Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan. Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6, RSUD 1 dan pondok pesantren 1," ungkapnya.

Breaking News

Polisi

Limpahkan Berkas Perkara Ijazah Palsu ke Kejari

Limpahkan Berkas Perkara Ijazah Palsu ke KejariNET
ilustrasi ijazah palsu

BENER MERIAH – Penyidik Satreskrim Polres Bener Meriah limpahkan berkas perkara dugaan ijazah palsu ke Kejaksaan Negeri Simpang Tiga Redelong.

Kapolres Bener Meriah melalui Kasat Reskrim Iptu Rifki Muslim saat ditemui dirungkerjanya, Kamis (19/3/2021) mengatakan, pihaknya telah menyerahkan berkas P19 perkara ijazah palsu kepada pihak Kejaksaan.

“Kita sudah melipahkan ke kejaksaan, namun masih ada beberapa berkas yang harus diperbaiki untuk melengkapi P19, tetapi berkas sudah kita serahkan,"kata Iptu Rifki Muslim.

Seperti yang diketahui, terkait perkara ijazah palsu yang bersumber dari Dinas Pendidikan Bener Meriah pihak penyidik telah menetapkan dan menahan lima orang tersangka, diantaranya AS (37) staf Disdik Bener Meriah, SM (39) ASN di salah satu Puskesmas di Bener Meriah , KS (40) Kasubag Perencanaan Disdik Bener Meriah, RF (43) tenaga honorer Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil dan GW (30) seorang tenaga honorer Satpol PP Bener Meriah.

Iptu Rifki mengatakan, sejauh ini sebanyak 80 lembar ijazah yang diduga palsu telah diamankan Polres Bener Meriah namun diduga masih ada ijazah palsu yang masih beredar.

“Saat ini 80 lembar ijazah yang sudah kita amankan, tidak menutup kemungkinan masih ada ijazah palsu yang beradar sebab dari pengakuan tersangka peredaran ijazah palsu ini telah berlangsung sejak tahun 2019 silam,"kata Iptu Rifki.

Meski sudah menetapkan lima orang tersangka dan berkasnya sudah dilimpahkan, namun pihaknya akan terus melakukan pengembangan terhadap kasus ijazah palsu ini. “Agar proses penahanya tidak berlarut-larut disini kita melimpahkan berkasnya ke Kejaksaan,"ujarnya.

Pun demikian, kedepan bila mana masih ada keterlibatan pihak-pihak lain dalam peredaran ijazah palsu maka akan tetap diproses. "Dan untuk saat ini kita fokus kepada lima tersangka yang telah ditahan,"ungkap Rifki.