Personel Polda Aceh akhirnya memberikan police line pada ratusan karung berisi limbah hasil tambang yang diduga illegal di pelabuhan Tapaktuan, Kamis (25/2/2021). Personel kepolisian daerah Aceh tersebut tiba di lokasi pengemasan limbah hasil tambang sekitar pukul 17:00 WIB dan langsung memasang police line (garis polisi). “Maaf, saya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut, kami juga sedang proses pemeriksaan dan untuk informasi akan di informasikan oleh bagian humas kami,”katanya.

Breaking News

LIRA Minta Polres Agara Lidik Kasus Pengadaan Bibit Pinang

LIRA Minta Polres Agara Lidik Kasus Pengadaan Bibit Pinang
M.Saleh Selian

ACEH TENGGARA - Lembaga swadaya masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) meminta kepada unit tindak pidana korupsi (Tipikor) Polres Aceh Tenggara untuk melakukan lidik terhadap pengadaan bantuan bibit Pinang / Kakao tahun anggaran 2018 lalu, melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh kepada Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara.

Dalam bantuan ini, diberikan kepada empat kelompok tani, yaitu kelompok Saroha Kecamatan Badar, kelompok tani kane Mejile Kecamatan Darul Hasanah, kecamatan Tanoh Alas kelompok tani Malot Kane Calus dan Kecamatan Babul Makmur kelompok tani Merga selima.

Adapun jenis bantuan yang diberikan kepada keempat kelompok tani tersebut berupa, 258.000 batang bibit Pinang, 22.500. Pupuk NPK, 200 liter Herbisida dan 100 buah gunting serta 600 set peramon.

Disamping itu diberikan kepada masing-masing kelompok tani Rp8.750.000, sebagai upah tanam.

Terkait hal itu, Aktivis LIRA M Saleh Selian pada Selasa (26/01/2021) mengatakan, dalam hal itu, tim LIRA sudah melakukan investigasi dilapangan sehingga besar dugaan adanya permainan dalam penyaluran bibit dan pupuk yang tertera dalam spesifikasi, seperti diketahui orang yang ditunjuk pihak terkait untuk mengurus.

Dalam penyaluran bantuan ini diduga tidak dilibatkan, artinya diambil alih oleh oknum tertentu di Dinas yang sebelumnya orang yang ditunjuk menangani bantuan tersebut adalah Satudin PNS di lingkungan Dinas Pertanian Aceh Tenggara.

"Diduga kuat oknum yang mengambil alih pembagian pupuk tersebut membujuk setiap Kepala kelompok tani menandatangani berita acara serah terima barang seolah-olah bantuan sesuai dengan kertas dan fakta dilapangan," kata Saleh.

Disamping itu, bahwa ada dugaan kelompok tani Merga Silima Kecamatan Babul Makmur adalah kepunyaan oknum yang mengambil alih pembagian pupuk tersebut, artinya oknum tersebut diduga telah menggelapkan bantuan melalui kelompok tani Merga Selima dengan modus menggunakan orang lain sebagai ketua kelompok tani.

Dijelaskannya, sehubungan bantuan ini bukan bersumber dari APBK Aceh Tenggara sehingga terkesan diam - diam, karena tidak tertuang dalam APBK Agara tahun 2018 lalu, patut diduga berpotensi korupsi, seperti Pupuk diselewengkan, seraya berharap kepada unit tidak pidana korupsi (Tipikor) Polres Agara, untuk melakukan lidik terhadap penyaluran tersebut, tutupnya.

Sementara itu Kabid Perkebunan Kenon SP saat dikonfirmasi via Hp tidak dapat terhubung.

SALIHAN BERUH