Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata, ada lebih dari 300 rumah yang mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan, akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Malang dan sekitar Jawa Timur pada siang tadi. Data itu terakhir diterima BNPB pada pukul 20.00 WIB. "Data BNPB hari ini, pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021). "Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan. Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6, RSUD 1 dan pondok pesantren 1," ungkapnya.

Breaking News

Polres Bener Meriah

Mulai Panggil Staf Disdik Bener Meriah

Mulai Panggil Staf Disdik Bener MeriahIstimewa
Legalisir ijazah yang diduga palsu

BENER MERIAH - Terkait dugaan ijazah palsu yang bersumber dari Dinas Pendidikan Bener Meriah, Polres Bener Meriah melalui Satreskrim telah melakukan Lidik, Jumat (15/1/2021).

"Sementara kita sudah periksa staf Dikdas data dan Dikmas yang sudah datang sedang kita dalami, kemungkinan Kadis Dikjar katanya habis jumat datang,kita minta bawa bukti-bukti ijazah yang sudah diamankan," kata Kasat Reskrim Polres Bener Meriah, Iptu Rifki Muslim SH.

Seperti diberitakan sebelumnya mencuatnya dugaan ijazah palsu yang dicurigai digunakan oknum aparatur Kampung di Kabupaten Aceh Tengah, setelah disoroti Aktivis Gayo Badri Linge.

Terkait hal itu, sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah, Sukur mengaku telah menahan 18 lembar ijazah yang diduga ilegal.

Bahkan Sukur menduga ijazah paket,A,B, dan C palsu tersebut beredar lebih dari jumlah ijazah yang ditahan di kantor Disdik Bener Meriah

Justru itu, Sukur berharap pihak penegak hukum mengusut tuntas persoalan peredaran ijazah palsu itu.