Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata, ada lebih dari 300 rumah yang mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan, akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Malang dan sekitar Jawa Timur pada siang tadi. Data itu terakhir diterima BNPB pada pukul 20.00 WIB. "Data BNPB hari ini, pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021). "Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan. Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6, RSUD 1 dan pondok pesantren 1," ungkapnya.

Breaking News

Tim Forensik Labfor SUMUT

Otopsi Mayat Dugaan Pembunuhan

Otopsi Mayat Dugaan PembunuhanSamsuddin
Tim forensik dari Labfor Sumatera Utara yang dipimpin dr Agustinus Setepu M Ked (For) Sp F bersama empat anggotanya yakni dr Edwin P, Lubis, dr Amalan Surya Htb, dr Marissa melakukan otopsi jenazah korban dugaan pembunuhan Hanafiah Amin Warga Aceh Utara di Puncak Gunung Blang Terujak Kampung Tembolon, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (24/2/2021).

BENER MERIAH – Tim forensik dari Labfor Sumatera Utara yang dipimpin dr Agustinus Setepu M Ked (For) Sp F bersama empat anggotanya yakni dr Edwin P, Lubis, dr Amalan Surya Htb, dr Marissa melakukan otopsi jenazah korban dugaan pembunuhan Hanafiah Amin Warga Aceh Utara di Puncak Gunung Blang Terujak Kampung Tembolon, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (24/2/2021).

Kapolres Bener Meriah AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK melalui Kasubbag Humas Polres Bener Meriah, Iptu Jufrizal mengatakan, Satreskrim Polres Bener Meriah hari ini mendatangkan tim forensik dari Labfor Sumatera Utara untuk melakukan otopsi terhadap jenazah Hanafiah Amin.

Hanfiah Amin diduga dihabisi oleh tersangka JM dan AB di puncak Gunung Dusun Blang Terujak, Kampung Tembolon Kecamatan Syiah Utama.

JM diamankan dan ditahan sejak tanggal 17 Februari 2021 yang lalu, sementara AB diamankan di wilayah hukum Polres Tamiang. Dan JM dan AB sudah ditetapkan sebagai tersangka, sementara kedua perempuan yang ikut bersama saat ini diamankan sebagai saksi.

Semenatara itu, dr Agustinus kepada wartawan mengatakan, kondisi mayat saat dilakukan otopsi sudah membusuk dan beberapa bagian tubuh mayat sudah tidak utuh lagi.

"Ada beberapa penyebab kematian korban, tetapi kami tidak bisa menyampaikannya," kata Agustinus.

Ia mengatakan, sebagaian anggota tubuh mayat ada yang hilang seperti kaki dan jari-jari. Untuk selanjutnya Penyidik Polres Bener Meriah melalui tim labfor juga telah mengambil sampel DNA dari anak korban untuk dicocokkan dengan DNA korban guna memastikan bahwa mayat tersebut benar Hanafiah yang merupakan warga Aceh Utara korban pembunuahn .

Setelah dilakukan otopsi oleh tim, jenazah yang diduga korban pembunuhan tersebut diserahkan kepada pihak kelurga untuk di makamkan di Gampong Tunong Krueng Kecamatan Paya Bakong Kabupaten Aceh Utara.

Dalam kasus tersebut penyidik Polres Bener Meriah telah menetapkan Dua orang tersangka yakni JM (49) alias UP warga Bener Meriah dan AB (40) alias K yang merupakan warga Langsa.