Koordinator Masyarakat Pengawal Otsus (MPO) Aceh, Syakya Meirizal menjadi narasumber peHTem edisi Senin 17 Mei 2021 Episode 39 dengan Tema: Benarkah Nasabah Bank Syariah Indonesia Di Aceh Terjajah? yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Breaking News

Polisi Ringkus Dua Pemakai Sabu di Sebuah Rumah, Satu Orang Ternyata Resividis Kasus Narkotika

Polisi Ringkus Dua Pemakai Sabu di Sebuah Rumah, Satu Orang Ternyata Resividis Kasus NarkotikaSerambinews
Aparat Polres Aceh Utara memperlihatkan barang bukti sabu yang disita dari dua tersangka yang ditangkap dalam sebuah rumah di Lhoksukon.

LHOKSUKON - Aparat Polres Aceh Utara kembali berhasil meringkus dua pria asal Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara pada Selasa (11/17/2020) lalu, di sebuah rumah kawasan Desa Meunasah Tutong, Kecamatan Lhoksukon.

Kedua pria itu ditangkap karena terlibat dalam penyalahgunaan narkotika jenis sabu dan sudah meresahkan masyarakat.

Petugas yang sudah sigap berhasil meringkus keduanya tanpa perlawanan bersama barang bukti berupa 50,35 gram milik UA, kemudian langsung membawanya ke Mapolres Aceh Utara.

Dua pria tersebut adalah UA (32), dan ES (32), asal Desa Meusah Tutong, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara.

“Keduanya sekarang sudah ditahan di Mapolres Aceh Utara,” Kapolres Aceh Utara, AKBP Tri Hadiyanto, melalui Kasubbag Humas, Iptu Sudiya Karya kepada Serambinews.com, Kamis (19/11/2020).

Setelah penangkapan kedua pria itu, polisi kemudian mengembangkan kasus itu untuk menyelidiki dari mana tersangka mendapatkan narkoba tersebut dan ke mana saja sudah diedarkan.

Namun, diduga pelaku lain sudah duluan kabur setelah mengetahui penangkapan kedua pria tersebut.

"Barang bukti yang diamankan adalah milik UA, sementara peran ES dalam kasus ini adalah penyedia tempat dan pengguna narkoba juga. Tersangka mengaku sabu itu sisa barang yang telah terjual sebelumnya," terang Iptu Sudiya.

Kasus tersebut kini masih dikembangkan polisi, meskipun pembeli dan penjual barang haram itu sudah kabur.

Berdasarkan data polisi, UA juga pernah terlibat dalam kasus sabu, dua tahun sebelumnya.

Bahkan dalam kasus sebelumnya, tersangka sudah pernah dihukum oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon.