Ketua Komisi V DPRA, M. Rizal Falevi Kirani, kembali menjadi narasumber peHTem edisi Kamis, 6 Oktober 2022 episode ke 14 Tahun ke 3 dengan tema: Peran Anggota DPRA dalam Memperjuangkan JKA yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Breaking News

Kian Sedikit

Populasi Gajah Sumatera Tinggal 50 Ekor

Populasi Gajah Sumatera Tinggal 50 Ekordetik.com
Populasi gajah Sumatera di Provinsi Bengkulu semakin mengkhawatirkan. Estimasi populasi hanya mencapai 50 ekor yang terfragmentasi di beberapa kawasan hutan.

MEDIAACEH.COM - Populasi gajah Sumatera di Provinsi Bengkulu semakin mengkhawatirkan. Estimasi populasi hanya mencapai 50 ekor yang terfragmentasi di beberapa kawasan hutan.

Dalam kurun waktu 10 tahun sebelumnya, tercatat ada 16 ekor gajah di Bengkulu yang ditemukan mati. Catatan ini kemudian bertambah lagi pada 2018-2021, tiga ekor gajah ditemukan mati.

"Kematian ini terjadi secara tidak alami. Seperti diracun, ditembak, dan diburu," kata Ali Akbar, Penanggung Jawab Konsorsium Bentang Alam Seblat, Bengkulu, Kamis (24/2/2022).

Ali mengatakan, analisis Konsorsium Bentang Alam Seblat, banyaknya kasus kematian gajah ini ditengarai masih dominannya stigma bahwa gajah adalah hama. Stigma ini menjadi alasan utama bagi para pemangku perkebunan untuk membunuh kawanan ini.

Akibat dari fragmentasi habitat, terang Ali, kawanan gajah yang hidup di Bentang Alam Seblat menjadi hidup terkelompok dengan kawanan kecil. Efek lanjutan dari ini, jelas Ali, memunculkan perkawinan gajah yang dekat pertalian darahnya (inbreeding).

"Kondisi ini memicu turunnya fungsi genetik gajah yang kemudian bermuara pada cepatnya laju kepunahan gajah di Bengkulu," jelas Ali.

Di Bengkulu, sejak 2018, pemerintah telah menetapkan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Koridor Gajah Sumatera seluas 29 ribu hektare (ha). Kawasan itu meliputi hutan produksi (HP) Air Rami dan hutan produksi terbatas (HPT) Lebong Kandis.

Lalu, Taman Wisata Alam (TWA) Seblat, Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), dan sebagian konsesi izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu (IUPHHK) dan hak guna usaha (HGU) perkebunan kelapa sawit.

Ali mengungkapkan koridor yang sudah diproyeksikan untuk menjadi jalur satwa itu nyatanya terus rentan dengan beragam ancaman. Perambahan, pembalakan, aktivitas perkebunan sawit skala besar, hingga pertambangan batu bara membuat jalur penghubung itu terus tergerus dan memperbesar ancaman kematian terhadap gajah.

Sejak 2021, dalam payung Konsorsium Bentang Alam Seblat, yang merupakan kerja kolaboratif tiga lembaga nonpemerintah, yakni Yayasan Kanopi Indonesia, Yayasan Genesis, dan Lingkar Inisiatif, menemukan bahwa kondisi itu ditengarai oleh lemahnya pengawasan negara terhadap kawasan yang hendak dijadikan jalur penghubung gajah Sumatera.

"Implikasi dari inilah yang kini membuat 'benteng terakhir' gajah Sumatera kini makin terdesak," jelas Ali.

Penyelamatan populasi gajah Sumatera dan perlindungan habitatnya menjadi hal mutlak yang mesti disegerakan. Butuh komitmen bersama dan dukungan banyak pihak untuk mewujudkan ini.

"Penegak hukum harus memberikan sanksi tegas kepada para pihak yang merambah ataupun melakukan pembalakan liar di kawasan hutan yang menjadi habitat gajah Sumatera," ujar Ali.

Temuan lapangan Konsorsium Bentang Alam Seblat, sambung Ali, beberapa praktik pembukaan kawasan hutan justru difasilitasi oleh aparat desa, oknum di pemangku kawasan, dan warga yang memiliki modal.

"Jika ini dibiarkan berlarut, konflik antara gajah dan manusia akan semakin sering bermunculan. Pastinya, akan menimbulkan korban di kedua belah pihak," beber Ali.

Pemerintah harus segera menetapkan koridor penghubung gajah Sumatera. Tindakan ini, tambah Ali, bisa membantu menyelamatkan para gajah yang sudah terfragmentasi habitatnya sekaligus memperpanjang daur hidup satwa endemik Sumatera ini di Bengkulu.

"Tanpa koridor, habitat yang selama ini sudah menyempit akibat aktivitas manusia dan industri perkebunan ataupun pertambangan akan semakin tergerus dan memicu kematian gajah di Bengkulu semakin cepat," pungkas Ali.[]

Rubrik:Headline, Nasional