Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata, ada lebih dari 300 rumah yang mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan, akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Malang dan sekitar Jawa Timur pada siang tadi. Data itu terakhir diterima BNPB pada pukul 20.00 WIB. "Data BNPB hari ini, pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021). "Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan. Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6, RSUD 1 dan pondok pesantren 1," ungkapnya.

Breaking News

Rumah Warga dan Pondok Wisata Hanyut Terseret Arus

Rumah Warga dan Pondok Wisata Hanyut Terseret Arus

ACEH TENGGARA - Tiga rumah warga di Lawe Sikap Desa Batu Mbulan tergerus dibawa arus banjir, Kamis (17/12/2020). Selain rumah warga, puluhan pondok wisata juga diterjang banjir bandang.

Suhada (44), salah satu pengusaha cafe disana mengatakan banjir yang melanda bumi sepakat segenep disebabkan curah hujan lebat yang terus mengguyur.

“Luapan banjir ini sudah sering terjadi, tetapi ini yang terparah,” kata Suhada.

Menurutnya, luapan air itu terjadi akibat dangkalnya aliran sungai yang disebabkan adanya aktivitas penambangan pada proyek pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH).

“Dangkal akibat material batu kapur yang digali oleh PLTMH di bukit hulunya Lawe Sikap,"katanya.

Ia meminta, pihak PLTMH bertanggungjawab atas musibah banjir yang menimpa sejumlah pengusaha wisata tersebut.

“Pengusaha dan warga di sekitar sudah sering mengusulkan untuk dilakukan pengerukan aliran sungai yang dangkalkan akibat penambangan itu. Tetapi tak pernah didengarkan oleh pihak PLTMH dan seakan lepas dari pengawasan oleh pihak otoritas,” kata Suhada.

Untuk saat ini, kata dia, warga memblokir jalan masuk ke lokasi PLTMH tersebut. Tampak sejumlah personel TNI berjaga dan mendirikan tenda di sekitar lokasi banjir.

“Dalam musibah ini tidak ada korban jiwa,” tutup Suhada.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Mohd Asbi ST MM saat dikonfirmasi Media Aceh Jumat (18/12) mengaku sudah menerima informasi dari aparat desa setempat terkait banjir tesebut.

Oleh Karena itu, dari pihak BPBD Agara sudah langsung turun ke lokasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait dalam melakukan penanganan bencana yang kerugian materi belum bisa diprediksi.

"Terkait bantuan masa panik setelah selesai pihaknya melakukan pendataan dan secepatnya disalurkan," jelas Asbi.

 SALIHAN BERUH