Pimpinan Dayah Khamsatu Anwar Aceh Besar, Dr. Tgk Sirajuddin Saman, S.Pd.I, MA (Abi Doktor) menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 26 Mei 2022 episode ke 80 Tahun ke II dengan tema: Kadis Pariwisata Aceh Undang Wulan Guritno Pamer Aurat di Nanggroe Syariah?, yang dipandu oleh host Siti Aminah, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Pengusaha Ini

Setor Fee Bansos Corona Rp765 Juta

Setor Fee Bansos Corona Rp765 JutaIstimewa
Ilustrasi Uang

JAKARTA - Mantan Direktur PT Rajawali Parama Indonesia, Wan M Guntar mengaku menyetorkan uang sejumlah Rp 765 juta ke pejabat pembuat komitmen (PPK) bansos Corona, Matheus Joko Santoso. Uang itu adalah potongan fee bansos dari kuota paket bansos yang dia dapat.

Awalnya, Guntar menjelaskan dia ikut program bansos pada tahap 10 hingga 12 dan tahap komintas. Guntar mengaku saat itu total dia mendapat kuota 72 ribu paket bansos.

Dari paket itulah Guntar dikenakan fee yang diserahkan ke Joko. Totalnya Rp 765 juta.

"Pak Joko yang menyampaikan (ada fee). Tahap 10 Rp 200 juta, tahap 11 dan 12 masing-masing Rp 200 juta, dan tahap komunitas Rp 165 juta," ujar Guntar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (25/5/2021).

Guntar mengatakan saat itu Joko menyampaikan uang potongan itu untuk Juliari Batubara yang saat itu menjabat Mensos dan KPA bansos Adi Wahyono.

"Pada saat itu disampaikan (fee) untuk pimpinan atau atasan," kata Guntar.

"Apakah disebut siapa itu?" tanya hakim ketua Muhammad Damis.

"Pada waktu itu tidak. Tapi pada setelahnya, Pak Joko sering menyebutkan pimpinan atau atasan itu pak Adi dan pak menteri (Juliari)," jawab Guntar.

Dalam sidang ini duduk sebagai terdakwa KPA bansos Adi Wahyono dan PPK bansos Matheus Joko Santoso. Keduanya didakwa bersama Juliari Peter Batubara menerima uang suap Rp 32,4 miliar berkaitan dengan pengadaan bantuan sosial (bansos) berupa sembako dalam rangka penanganan virus Corona atau COVID-19 di Kementerian Sosial (Kemensos).