Personel Polda Aceh akhirnya memberikan police line pada ratusan karung berisi limbah hasil tambang yang diduga illegal di pelabuhan Tapaktuan, Kamis (25/2/2021). Personel kepolisian daerah Aceh tersebut tiba di lokasi pengemasan limbah hasil tambang sekitar pukul 17:00 WIB dan langsung memasang police line (garis polisi). “Maaf, saya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut, kami juga sedang proses pemeriksaan dan untuk informasi akan di informasikan oleh bagian humas kami,”katanya.

Breaking News

Ditreskrimsus Polda Aceh

Tangkap Penambang Emas Ilegal di Geumpang

Tangkap Penambang Emas Ilegal di GeumpangIstimewa
Polda Aceh mengamankan satu unit alat berat di lokasi penambangan diduga ilegal

BANDA ACEH - Ditreskrimsus Polda Aceh telah mengamankan seorang tersangka dalam pengungkapan penambangan emas ilegal di Geumpang, Pidie.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy, Kamis (28/1/21) mengatakan, personel Ditreskrimsus telah mengamankan seorang berinisial M (41) yang diduga melakukan tindak pidana penambangan emas ilegal di Geumpang.

M yang merupakan warga Tangse telah diamankan petugas bersama barang bukti lainnya berupa 1 unit alat berat/beco jenis Excavator merk Hitachi warna orange dan 2 lembar karpet asbuk warna hijau, pada Senin (25/1/21) sekira pukul 09.00 WIB.

"Sementara lokasi penambangan emas ilegal itu berada di wilayah aliran sungai Desa Keune Kecamatan Geumpang Kabupaten Pidie," ucap Kabid Humas.

Dikatakan Kabid Humas, pengungkapan penambangan emas ilegal itu diawali penemuan lokasi oleh sejumlah personel Ditreskrimsus Polda Aceh pada pada Senin (25/1/21) sekira pukul 03.00 wib dan selanjutnya mengamankan tersangka bersama barang buktinya untuk diproses hukum lebih lanjut," sambung Kabid Humas.

Kepada tersangka tersebut disangkakan Pasal 158 jo Pasal 35 UU RI No. 03 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU RI No. 04 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.