Koordinator Masyarakat Pengawal Otsus (MPO) Aceh, Syakya Meirizal menjadi narasumber peHTem edisi Senin 17 Mei 2021 Episode 39 dengan Tema: Benarkah Nasabah Bank Syariah Indonesia Di Aceh Terjajah? yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Breaking News

Terkait Penangkapan 3 Warga Sumut karena Upaya Penyelundupan Rohingya, Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Terkait Penangkapan 3 Warga Sumut karena Upaya Penyelundupan Rohingya, Polisi Tetapkan Dua TersangkaSerambinews
Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto SIK.

LHOKSEUMAWE – Penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe  telah menetapkan JM (30) dan seorang ibu rumah tangga  inisial NF (40) asal Tebing Tinggi, Sumatra Utara sebagai tersangka upaya penyelundupan manusia pada Selasa (10/11/2020). 

Keduanya ditangkap anggota TNI dari Kodim 0103 Aceh Utara, saat hendak membawa kabur seorang wanita Rohingya dari tempat penampungan BLK Kandang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe pada Kamis 5 November lalu.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto melalui Kasat Reskrim Iptu Yoga Panji Prasetya menerangkan, keduanya ditetapkan sebagai tersangka, karena hendak membawa seorang wanita  imigran Rohingya bernama Dilkayas (16) ke Malaysia.

“Dari niat dan upaya yang telah dilakukan keduanya, sudah memenuhi unsur tindak pidana penyelundupan manusia. Sedangkan seorang rekan tersangka berinisial SS (43) juga warga Tebing Tinggi, tidak ikut terlibat dalam perkara itu, dan hanya kita periksa sebagai saksi.  SS mengaku,  hanya diajak saja oleh kedua tersangka,” jelas Kasat Reskrim Iptu Yoga Panji Prasetya, kepada Serambinews.com, Rabu (11/11/2020).

Yoga juga menerangkan, kedua tersangka melakukan perbuatan tersebut setelah diperintahkan oleh imigran Rohingya bernama Azis yang saat ini berdomisili di Malaysia.

Sedangkan  pengakuan  tersangka sebelumnya,  bahwa Dilkayas ada hubungan keluarga dengan salah satu tersangka adalah bohong.

Sebelum ditangkap anggota TNI, sebut Yoga, tersangka sudah pernah datang ke kamp Rohingya.

“Kita sedang mengembang perkara ini, apakah keduanya terlibat  jaringan penyelundupan manusia atau bukan. Kemudian kita juga akan berkoordinasi dengan Polda, untuk memburu tersangka lainnya yang saat ini  berada di luar negeri,” tambah Kasat.

Selain itu, lanjut Yoga, seorang rekan dari dua tersangka dugaan penyelundupan imigran  Rohingya di BLK Kandang Lhokseumawe mengaku, telah  ditipu.

Hingga akhirnya dirinya ikut diciduk anggota TNI dan diserahkan ke polisi pada Kamis (5/11/2020) pekan lalu.

Pria berinisial SS (43) warga Desa Lubuk Raya, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebing Tinggi, Sumatra Utara itu mengaku ke penyidik Polres Lhokseumawe, tidak terlibat sama sekali dengan kasus yang menjerat dua rekannya tersebut.

Ia hanya diajak main ke Lhokseumawe.

“SS tidak terlibat, dia hanya diajak jalan-jalan ke Lhokseumawe  oleh dua tersangka. Namun saat ini, dia kita jadikan saksi dan masih menjalani pemeriksaan,” jelas Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, Iptu Yoga Panji Prasetya.

Saat ini, untuk kedua tersangka JM dan NF dijerat dengan pasal 120 Undang-undang Keimigrasian, tentang penyelundupan manusia atau  People Smuggling.

“Keduanya kita jerat dengan undang-undang penyelundupan manusia. Dan   tidak bisa dijerat  dengan tindak pidana perdagangan manusia karena hal itu belum terjadi,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, anggota TNI Kodim 0103 Aceh Utara menangkap tiga warga  Tebing Tinggi, SS (43) NF(40) dan JM (30), saat hendak membawa kabur wanita Rohingya bernama Dilkayas, dari penampungan Rohingya di BLK Kandang, Lhokseumawe pada Kamis (5/11/2020).

Penangkapan tersebut, berawal dari kecurigaan anggota TNI  pengamanan Rohingya  yang melihat  NF  lalu lalang di jalan rel disampaing Mesjid Assyura, Meunasah Mee, Kandang sekitar pukul 19.00 WIB. 

Saat hendak ditangkap, ibu lima anak tersebut berusaha kabur.

 

Namun, akhirnya bisa diciduk dengan mudah. 

Setelah kasusnya dikembangkan, satu jam kemudian  petugas berhasil menangkap dua rekan NF, yaitu  SS dan JM masih di kawasan Muara Dua.

Ketiganya berangkat dari Tebing Tinggi pada Rabu (4/11/2020), menggunakan Avanza putih dengan nomor polisi palsu.

Sebelum beraksi, dua tersangka sempat rehat di SPBU Cunda sampaing kantor PLN Wilayah Lhokseumawe. 

Bahkan, pada pagi hari ketiganya sempat berkeliling kota Lhokseumawe. (*)