Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata, ada lebih dari 300 rumah yang mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan, akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Malang dan sekitar Jawa Timur pada siang tadi. Data itu terakhir diterima BNPB pada pukul 20.00 WIB. "Data BNPB hari ini, pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021). "Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan. Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6, RSUD 1 dan pondok pesantren 1," ungkapnya.

Breaking News

Polisi

Tetapkan Satu Orang Tersangka Dugaan Pembuat Ijazah Palsu

Tetapkan Satu Orang Tersangka Dugaan Pembuat Ijazah PalsuIlustrasi
Ilustrasi ijazah palsu

BENER MERIAH - Penyidik Satreskrim Polres Bener Meriah telah menetapkan dan menahan tersangka dugaan pembuat ijazah palsu yang merupakan staf Dinas Pendidikan Bener Meriah.

Kapolres Bener Meriah melalui Kasat Reskrim Iptu Rifki Muslim saat dikonfirmasi, Minggu (24/1/2021) membenarkan penetapan satu orang tersangka dugaan ijazah palsu yang bersumber dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah.

“AS staf di Dinas Pendidikan Bener Meriah telah ditetapkan sebagai tersangka pada Sabtu 23 Januari 2021 kemarin,” kata Iptu Rifki Muslim.

Kasat Reskrim polres Bener Meriah mengatakan, dari pengakuan AS, yang bersangkutan telah membuat ijazah yang diduga palsu sekitar 30 lembar yang telah tersebar.

"AS yang mencetak, dari pengakuannya blangko ijazah itu dia minta dari salah satu Kepala Bidang di Disdik Bener Meriah saat ini sudah almarhum,"ujar Rifki.

Untuk saat ini tersangak AS sudah ditahan di Polres Bener Meriah. "Kita akan melakukan pengembangan kasus,"katanya.

Sebelumnya, pihak Satreskrim Polres Bener Meriah sudah memangil 12 orang untuk dimintai keterangan (Lidik).

Seperti yang diberitakan sebelumnya, dugaan peredaran ijazah palsu tersebut berawal dari ungkapan Aktivis Gayo Badri Lingge.

Ketika itu, belasan aparatur Kampung di Aceh Tengah diduga menggunakan ijajah paket,B,dan C untuk syarat administrasi menjadi aparatur Kampung.