Mantan Ketua Umum Persiraja, Asri Sulaiman, menjadi narasumber peHTem edisi Senin 29 November 2021 episode 29 Tahun ke II dengan tema: Gagal Mentas Di PORA, Sepak Bola Banda Aceh Semakin Terpuruk, yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Breaking News

Bireuen-Takengon lumpuh

Turap Penahan Tanah Ambruk

Turap Penahan Tanah AmbrukSamsuddin
Lokasi ambruknya Turap Penahan Tanah (TPT) di Kampung Umah Besi

MEDIAACEH.COM – Turap Penahan Tanah (TPT) yang sedang dibangun di Kampung Umah Besi, Kecamatan Gajah Putih, Kabupaten Bener Meriah ambruk pada 24 Oktober 2021 yang lalu. TPT tersebut dikerjakan oleh PT Abad Jaya Group.

Akibat ambruknya Turap Penahan Tanah (TPT) yang sedang dibangun itu, sempat membuat jalan Nasional lintas Bireuen-Takengon lumpuh total dalam beberapa jam.

Terkait peristiwa tersebut, Yudi Gayo pemuda setempat kepada awak media, Rabu, 27 Oktober 2021 menyampaikan, ambruknya Turap Penahan Tanah pada sore itu dugaan awal adalah longsor pada tempat yang semula telah terjadi dua kali longsor.

“Maka kami berpikiran bahwa itu adalah longsor, karena malam hari dan kami tidak dapat melihat keatas tebing tersebut kami bergi dengan dugaan itu masih longsor,” kata Yudi.

Pada pagi harinya, kami melihat ada kejangalan terkait terjadinya peristiwa ini. Dimana tanah yang terjadi longsor diatas itu masih murni tidak ada jatuh tanah dari atas melainkan hanya timbunan dan turap yang ambruk kejalan. Ujar Yudi

Untuk itu dia berharap, kepada pihak berwajib maupun Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA ) dapil IV Aceh agar mendesak pihak terkait untuk mengintruksikan tim ahli dalam hal pengecekan pembangunan TPT ini, demi keselamatan para pengunan jalan.

“Saya sebagai pengunan jalan ini tidak mau ada yang dirugikan terkait pembangunan TPT tersebut, sebab TPT ini fungsinya adalah untuk penahan tanah agar tidak terjadi longsor,”ungkap Yudi

Yudi menduga peristiwa rubuhnya TPT itu terjadi bukan karena longsor, melainkan turap yang saat ini sedang di kerjakan ambruk. Padahal sekali lagi saya katakana, TPT ini dibangun untuk menahan tanah tidak longsor, namun ini malah terjadi longsor kan fatal sekali. Imbuh Yudi

“Sehingga kita menduga TPT yang dibangun ini tidak menjami keselamatan orang banyak bagi pengunan jalan, malah ini bisa menjadi momok menakukutkan dan membuat resah pengunan jalan,” tandas Yudi

Senada dengan Yudi Gayo, Nasrudin warga Kampung Umah Besi menegaskan, kejadian ambruknya TPT itu pada magrib saat itu hujan sangat lebat. Namun, meski hujan sangat lebat irigasi yang diats ini airnya tidak sampai meluap.

“Saya kurang lebih sudah tujuh tahun tinggal disini, tidak pernah melihat air irigasi ini sampai meluap bahkan sampai dibuka secara maksimal di hulunya tidak pernah sampai meluap,” papar Nasrudin.

Jika juga terjadi irigasi ini sumbat, menurut saya juga tidak, sebab kalau terjadi sumbat pasti ada bekas sampah yuang tersebut tersebut. Untuk itu menurut hemat saya kejadian itu karena ambruknya turap yang sedang di bangun. Jelas Nasrudin.

Bahkan ia menuturkan, tidak melihat adanya terjadi longsor baru dari atas ini, karena kita lihat hanya turap dan timbunan itu aja yang ambruk menutupi badan jalan. Tandasnya.

Sementara ditempat terpisah, Kalak BPBD Bener Meriah , Safriadi menyebutkan, sekira tanggal 24 Oktober lalu pukul 19.00 wib pihaknya dari TRC BPBD menurunkan beberapa tim untuk mengecek lokasi tentang terjadinya hal tersebut.

Setelah TRC dilokasi, mereka melaporkan kepada kami sebgai pimpinan BPBD Bener Meriah akses jalan Nasional Bireun –Takengon putus total akibat Turap Penahan Tanah didaerah Kampung Umah Besi roboh kejalan. Sehingga kita berkoordinasi dengan pihak PPK perawatan jalan Bireun-Takengon terkait penangulan hal tersebut.

“Sekitar pukul 24.00 wib malam itu, mereka menurunkan alat berat untuk melakukan pembersihan matrial yang menutup jalan sehingga bisa dilalui pada pagi hari pada pukul 02.30 wib,” beber Safriadi.

Safriadi mengaku pihaknya telah mengeluarkan surat peryataan Bencana, yang menjatakan benar telah terjadi longsor dan dibutuhkan penangan lebih lanjut agar akses jalan nasional tidak terganggu.

Namun, perlu dipahami surat tersebut hanyalah sebagai surat pernyataan bencana bukan surat pernyataan tanggap darurat bencana. “Sebab kalau surat tanggap darurat bencana yang berwenang menerbitkannya adalah bupati,” tukas Safriadi.

Sebagai mana kita ketahui Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancamdan menganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam dan atau faktor nonalam maupun faktor manisia.

“Dari peristiwa itu kita melihat ekonomi masyarakat terganggu, serta lingkungan untuk itu kita menyatakan itu sebagai bencana, tetpai bukan berstatus darurat bencana,” timpal Kalak BPBD Bener Meriah itu.[]

20211027-lokasi-ambruknya-tpt-kampung-umah-besi