Tgk Kasem Meukat Ubat, kembali menjadi narasumber peHTem edisi Senin 15 Agustus 2022 episode ke 103 Tahun ke II dengan tema: 17 Tahun MoU Helsinki, Jakarta Tipu Aceh atau Elit Aceh Tipu Rakyat Aceh? yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Mahkamah Syar’ah Simpang Tiga Redelong

Ungkap Angka Perceraian Tahun 2021 Naik Drastis

Ungkap Angka Perceraian Tahun 2021 Naik DrastisIstimewa
Ilustrasi

MEDIAACEH.COM – Mahkamah Syar’ah Simpang Tiga Redelong mengungkap angka perceraian tahun 2021 meningkat dari tahun 2020. Dimana tahun 2020 angka perceraian sebanyak 295 perkara, sedangkan 2021 mencapai 323 perkara.

Hal itu diungkapkan Wakil Mahkamah Syariah Simpang Tiga Redelong, Taufik Rahayu Syam saat menjadi narasumber pada acara muzakarah keagamaan tahun 2022 bertema "Menekan angka perceraian di Kabupaten Bener Meriah" yang digelar oleh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Bener Meriah. Selasa, 28 Juni 2022.

Dirincikan Taufik, tahun 2020 angka perceraian sebanyak 295, yakni cerai gugut sebanyak 90 perkara, dan cerai talak sebanyak 105 perkara. Sedangkan tahun 2021, angka perceraian mencapai 323 perkara, cerai gugat 229 perkara dan cerai talak 94 perkara.

Dalam kesempatan itu, Taufik menyampaikan, pihaknya (Mahkamah Syari’ah) sebelumnya dalam merukunkan pasangan suami isteri (Pasutri) sesuai dengan pasal 82 Undang-Undang No.7/1989 yaitu menasehati pasangan di setiap persidangan, melaksanakan proses mediasi yang sesuai dengan Peraturan Mahkamah Agung RI No.1/2016.

“Dalam upaya merukunkan Pasutri, kami telah berupaya menasehati, memediasi setiap pasangan dalam persidangan,” kata Taufik.

Taufik, mengungkapkan terjadinya penyebab perceraian tahun 2020 dan tahun 2021 yaitu, untuk tahun 2020 penyebabnya mabuk satu kasus, meninggalkan salah satu pihak lebih dari dua tahun 13 kasus, dihukum penjara lebih dari lima tahun tujuh kasus.

KDRT tiga kasus, cacat badan dua kasus, perselisihan dan pertengkaran 227 kasus, kawin paksa dua kasus, ekonomi 24 kasus. Sedangkan untuk tahun 2021, judi satu kasus, meninggalkan salah satu pihak lebih dari dua tahun 28) kasus, dihukum penjara lebih dari lima tahun lima kasus, KDRT tujuh kasus, perselisihan dan pertengkaran 247 kasus, kawin paksa satu kasus, ekonomi 15 kasus dan poligami satu kasus.

Kemudian sambunganya, antara suami dan isteri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan lagi akan hidup rukun dalam rumah tangga juga suami melanggar taklik talak, peralihan agama (Murtad) yang menyebabkan terjadinya ketidak rukunan dalam rumah tangga serta alasan Syiqaq sesuai pasal 76 undang–undang No.7/1989.

Taufik Rahayu menjelaskan tentang perkara perceraian berdasarkan jenis putusan di Mahkamah Syar’ah Simpang Tiga Redelong. Cerai gugat dikabulkan 218, tiga ditolak, gugur enam, dicabut dua dengan jumlah 229, sedangkan untuk cerai talak dikabulkan 83, gugur enam, dicabut empat dengan jumlah 94, jelasnya.

Taufik merincikan persentase perkara perceraian, usia pendaftar perceraian dan penyebab terjadinya perceraian tahun 2021 per kecamatan. Untuk perkara perceraian selama tahun 2021, Kecamatan Bandar, 18,41%, Bener Kelipah 3,40%, Bukit 24,77%, Gajah Putih 5,57%, Mesidah 2,79%, Permata, 12,69%, Pintu Rime Gayo 9,91%, Syiah Utama 0,615, Timang Gajah 11,14% dan Wih Pesam 12,69%.

Sementara untuk usia pendaftar Perceraian tahun 2021 dengan klasifikasi umur adalah, di bawah 19 tahun 062%, 19 – 25 20,74%, 26 – 30 19,19%, 31 -45 42,72%, 46 -50 8,36%, 51 – 55 3,41%, 56 tahun keatas 4,96%.[]

Rubrik:Headline, Aceh